Kamis, 17 Oktober 2013

Archive for the ‘Overclock’


Kata overclock mungkin menjadi bahasa asing bagi seorang pemula yang tertarik dibidang hardware. Tetapi bagi mereka yang sudah mahir dibidang hardwawe, kata tersebut merupakan sebuah kata baku dan digunakan dalam kehidupan sehari hari.

Bahasa overclock disusun dari dua kata yaitu over dan clock yang artinya melakukan setup mainboard clock bagi processor maupun sebuah VGA. Kata overclock dikonotasikan dengan membuat computer lebih cepat.

Entah kapan dimulai para hobbiest melakukan overclock. Diperkirakan overclock sudah dimulai pada tahun 1985. Kalau tidak salah, computer pertama yang dijual yaitu jenis PC XT dengan processor tipe Intel (8088) dan dibuat lebih cepat bekerja dengan procesor dari NEC V20. Maklum kecepatan pada computer PC XT dahulu luar biasa lambatnya. Jangankan kata sistem Linux atau Windows. Yang kita kenal saat itu hanyalah PC-DOS IBM sebagai sistem operasi sebuah computer. DOS hanyalah berbentuk disket sudah dapat dijadikan storage pada computer termasuk sistem operasi. Pada tahun itu tidak banyak orang mengenal tentang harddisk ataupun memory seperti jenis. Hardware masih sangat mahal dan sederhana. Bahkan tidak pernah terdengar kata giga seperti sekarang ini. Memory masih dalam hitungan Kilobyte, harddisk pertama berukuran sangat besar dengan beberapa puluh megabyte
 
Overclock mulai dilakukan ketika processor 486 DX dan Pentium Klasik pertama. Tetapi memacu processor hanya dapat dilakukan dengan jumper pada mainboard. Misalnya Pentium 166Mhz dijumper menjadi kecepatan 200Mhz, sedikit sekali perbedaan antara 166Mhz dan 200Mhz. Tetapi cukup lumayan untuk kecepatan pada tahun ini. Ramainya overclocker dimulai pada 1997 ketika Intel mengeluarkan processor jenis Celeron berkecepatan 300Mhz dengan jenis slot 1 dan ramai ramai dipacu menjadi 450Mhz. Saat itulah muncul para overclocker yang mulai memacu processor sampai batas terakhir. 

Perusahaan Taiwan saat itu sudah menguasai dibidang hardware membuat mainboard dengan option yang dapat disetup oleh pemakai. Munculnya Abit dengan mainboard untuk setup via BIOS dan mainboard jumperless. Abit pertama mengumumkan mainboard dengan jumper minimal dan pemakai dapat melakukan setup pada BIOS untuk kecepatan processor.

Apakah sebenarnnya tujuan overclock

Tujuan utama melakukan overclock adalah memacu sebuah processor VGA dan CPU agar lebih cepat bekerja.Tetapi saat ini untuk dengan teknologi yang ada, memungkinkan seseorang memiliki kemudahan membuat computer dengan overclock. Misalnya seseorang ingin memacu computer lebih cepat bekerja dengan processor yang lebih murah untuk menyamai computer yang memiliki processor lebih cepat dan mahal. Misalnya mengunakan processor seharga 1 juta tetapi mampu memiliki kecepatan yang hampir atau melebihi computer dengan procesor lebih mahal.

Ada juga tujuan khusus yang menjadi trend setelah tahun 2000. Misalnya untuk aplikasi game. Dengan melakukan overclock , sebuah computer akan lebih cepat dan lebih nyaman dinikmati. Dengan overclock semua perangkat akan meningkat. Fungsi yang terakhir inilah tujuan paling umum digunakan. Karena tersedianya perangkat tambahan hampir semuanya tersedia, serta didukung oleh perusahaan mainboard untuk memasukan sistem overclock pada BIOS. Sayangnya, ketika itu belum semua perkembangan telah sempurna. Karena masih terbatasnya perangkat seperti memory, mainboard dan heatsink yang tidak selengkap sekarang ini.

Arsitektur dan Teknologi Terbaru Pada VGA NVIDIA GeForce GTX 680 2GB (Kepler)

Hanya dalam kurun waktu tiga bulan berbagai graphics card DirectX 11 generasi ketiga akhirnya dirilis ke pasaran. Dalam kurun waktu tersebut, divisi graphics card AMD akhirnya mengeluarkan seluruh tipe graphics card Southern Island mereka ke pasaran. Tidak ingin ketinggalan kereta, pada akhir bulan Maret 2012 kali ini, NVIDIA akhirnya mengeluarkan senjata andalan mereka yang sebelumnya hanya tersiar kabar anginnya saja. NVIDIA GTX 680, graphics card DirectX 11 generasi ketiga dari NVIDIA ini memang ditunggu-tunggu kehadirannya. Sesuai dengan nama yang diusung, NVIDIA GTX 680 merupakan graphics card kelas high-end dan akan menjadi penerus sekaligus pengganti NVIDIA GTX 580. NVIDIA GTX 680 juga akan menjadi lawan tangguh dari graphics card single-GPU tercepat sebelumnya yaitu AMD HD 7970. Setelah posisi NVIDIA GTX 580 sebagai graphics card single-GPU direbut oleh AMD HD 7970, mampukah NVIDIA GTX 680 merebut kembali tahta tersebut ? Jawaban pertanyaan ini akan terjawab di artikel kinerja NVIDIA GTX 680. Sementara mengenai harganya bisa Anda simak dalam artikel mengenai Harga dan Ketersediaan GTX 680 di Indonesia




NVIDIA GTX 680 menggunakan chip GPU GK104 dengan arsitektur generasi terbaru penerus Fermi bernama Kepler. Chip GPU GK104 terdiri dari empat buah blok GPC dengan dua buah blok Streaming Multiprocessor di dalamnya. Jika pada Fermi Streaming Multiprocessor dinamakan SM, maka pada Kepler, Streaming Multiprocessor generasi terbaru ini dinamakan SMX. SMX diklaim memiliki performance/Watt dua kali lipat lebih baik dibandingkan Streaming Multiprocessor generasi sebelumnya.



Pada chip GPU GF110, di setiap blok Streaming Multiprocessor terdapat 32 CUDA Cores. Sedangkan pada chip GPU GK104, terdapat 192 CUDA Cores di setiap blok Streaming Multiprocessor (enam kali lipat lebih banyak dibandingkan chip GPU GF110). Dengan jumlah blok SMX sebanyak delapan buah, chip GPU GK104 memiliki CUDA Cores sebanyak 1536 buah. 
















Spesifikasi


GK104 yang menjadi otak di balik NVIDIA GTX 680 dibangun menggunakan transistor sebanyak 3.54 miliar. Walaupun terjadi peningkatan jumlah transistor, luas die GK104 ternyata berkurang 
menjadi 294 mm2 berkat penggunaan proses fabrikasi 28 nm. Dibandingkan chip GPU GF110, chip GK104 memiliki 1536 CUDA Core (tiga kali lipat lebih banyak) dan 128 Texture Units (dua kali lipat lebih banyak). Akan tetapi ternyata terdapat pengurangan pada ROP Units dari 48 buah menjadi 32 buah.

NVIDIA GTX 680 dipersenjatai spesifikasi clock lebih tinggi dibandingkan NVIDIA GTX 680. Clock GPU berada pada angka 1006 MHz dan memori clock berada pada angka 6008 MHz. Selain clock GPU, Shader, dan memori, NVIDIA GTX 680 kini dilengkapi boost clock yang berada pada angka 1056 MHz. Pembahasan lengkap boost clock dapat ditemukan pada bagian “GPU Boost” di artikel ini.

NVIDIA GTX 680 kini dilengkapi kapasitas memori sebesar 2GB dengan tipe memori GDDR5. NVIDIA GTX 680 kini menggunakan bandwidth memory lebih rendah dibandingkan NVIDIA GTX 580 yaitu 256-bit.

Dengan spesifikasi seperti ini, bagaimakah kinerja NVIDIA GTX 680 pada aplikasi grafik dan game?




*Sumber : Jagat Review


Minggu, 26 Mei 2013

Raspberry Pi mengontrol Server PSU melalui Internet





ini adalah penggunaan menarik dari Raspberry Pi untuk mengontrol PSU pada server. [Martin Peres] akan berada jauh selama beberapa bulan dan masih ingin akses ke PC-nya. Ini sebenarnya tidak semua yang sulit ... itu apa SSH dibuat untuk. Tapi ia juga ingin akses tingkat minimum ke perangkat keras. Secara khusus ia perlu mengontrol dan mendapatkan umpan balik tentang apa PSU lakukan, dan bahkan ingin memiliki akses ke konsol serial tanpa harus melalui NIC komputer.

Gambar di atas menunjukkan salah satu bagian dari solusinya. Ini adalah port Ethernet kustom yang menghubungkan ke Pi ke Rasberry. Di dalam komputer  ditransfer ke power motherboard LED untuk memberikan umpan balik tentang keadaan pasokan listrik. Hal ini juga patch ke kabel hijau pada PSU, yang memungkinkan  menghidupkan daya dengan menekan tombol. mengembangkan antarmuka web yang memudahkan untuk mengatur mengontrol PSU pada server.

Sketsa LED dibangun tanpa mikrokontroler

logic-etch-a-sketch

Ini adalah contoh yang indah dari apa yang dapat dicapai dengan rangkaian logika yang agak rumit. Ini adalah Etch-a-Sketch terbuat dari 16 × 16 LED jaringan. Itu sendiri adalah hanya agak menarik. Tapi ketika mendengar tentang fitur dan bahwa itu didorong oleh chip logika kita tidak mampu memimpikan bagaimana dirancang. Tidak ada skema tapi komentar video menjelaskan semua.

Hal yang membingungkan adalah bahwa kursor bersinar lebih terang dari sisa piksel. Hal ini dilakukan dengan dua yang berbeda 555 kali dan siklus trik tugas. Ketika Anda memutar trimpots posisi kursor dilacak oleh beberapa counter dekade. Pixel di jalan Anda ditulis ke chip RAM yang bertindak sebagai frame buffer. Dan bahkan ada konversi hack tingkat itu mari layar berjalan pada 15V untuk mencapai kecerahan yang diinginkan.



Sabtu, 25 Mei 2013

Belajar HTML



HTML = Hyper Text Markup Language
Dokumen HTML (web pages) merupakan file teks murni yang dapat dibuat dengan sembarang editor teks.
Penamaan Dokumen
Nama : sembarang
Ekstensi : ".htm" atau ".html"
Elemen, Tag, Attribut
Dokumen HTML disusun oleh elemen-elemen, contoh : head, body, paragraf, table, list, dsb. Penandaan berbagai elemen dalam suatu dokumen HTML menggunakan Tag (Markup).
Format penulisan tag terdiri atas tanda "<", ">", " /" yaitu
<namatag> ………. </namatag>
Penulisan Tag umumnya berpasangan
Contoh:
<P> -> untuk mengawali suatu paragraf.
</P>-> untuk mengakhiri suatu paragraf.
Setiap tag dapat dilengkapi dengan attribut, attribut setiap tag berbeda-beda.
Format penulisan :
<namatag atr1="nilai-atr1" atr2="nilai-atr2"> …… </namatag>
Struktur file HTML
<Format HTML> =
<Blok identifikasi><Tag HTML><Blok Head><Blok Body><Tag /HTML>

<Blok identifikasi> tidak mutlak harus ada, dan kalau ada biasanya diisi dengan informasi pembuat page dan dibuat dengan apa page tersebut

    <html>
    <head>
      <TITLE> ……………………  </TITLE>
    </head>
    <body>
 ……………………………
 ……………………………
 ……………………………
    </body>
    </html>
Contoh :

    <html>
    <head>
    <TITLE>Contoh HTML sederhana</TITLE>
    </head>
    <body>
    <H1>HTML itu mudah dipelajari</H1>
    <P>Selamat datang di dunia HTML. 
    Ini adalah paragraph pertama. Meskipun pendek kalimat
    Ini juga bagian dari paragraph!</P>
    <P>Dan ini adalah paragraph kedua.</P>
    </body>
    </html>
<Tag HTML> merupakan tag dasar yang mendefinisikan bahwa doukmen ini adalah dokumen HTML. Bila dilihat dengan editor teks, tag ini dituliskan dengan <HTML> dan terletak pada awal dokumen dan diakhiri dengan </HTML> pada akhir dokumen.
<Blok Head> melingkupi bagian kepala dokumen HTML. Di dalamnya berisi informasi-informasi tentang judul page, basis URL, identifikasi indeks, link, header HTTP, dan nama pengenal. Blok ini dimulai dengan <HEAD> dan diakhiri dengan </HEAD>
  • Judul Page, ini harus disertakan pada blok head, judul page akan ditampilkan oleh browser pada title-bar browser tersebut atau pada baris Document Name. Tag yang digunakan adalah <TITLE>. Misalnya bila page yang kita buat akan diberi judul "Membuat Page dengan HTML", maka pada lingkup blok head kita tuliskan <TITLE>Membuat Page dengan HTML</TITLE>.
  • BASE, Tag ini digunakan untuk menyertakan URL atau alamat induk dokumen.
    Format : <BASE [TARGET] [HREF=url]>
  • META, Tag ini digunakan untuk menyertakan informasi pada header HTTP.
    Format : <META [HTTP-EQUIV=”refresh”] [CONTENT=”waktu”]>
<Blok Body> melingkupi semua yang ingin ditampilkan pada page, baik itu teks, gambar, animasi/grafik, musik/suara/video, ataupun hubungan dengan page-page lain pada WWW. Blok ini dimulai dengan <BODY> dan diakhiri </ BODY>.
Atribut:
BACKGROUND : menggunakan file latar belakang dokumen
BGCOLOR : mengatur warna latar
LEFTMARGIN : mengatur margin kiri dokumen
TOPMARGIN : mengatur margin kiri dokumen
TEXT : mengatur warna default teks dokumen
LINK : setting warna link yang belum pernah dipilih
ALINK : setting warna link yang sedang aktif
VLINK : setting warna link yang pernah dipilih
Tag dan Kegunaannya
<B>huruf tebal (bold)
<I>huruf miring (italics)
<U>bergaris bawah (underline)
<STRONG> untuk diperhatikan, biasanya huruf tebal
<EM> penekanan (emphasis), biasanya huruf miring
<TT> teletype, biasanya menggunakan typeface Courier, selainnya Times
<SAMP> karakter literal / sample output
<CODE> menampilkan kode, dengan typeface Courier, Teks merepresentasikan Elemen HTML
<CITE>Teks dalam kutipan
<DFN> Teks merupakan definisi
<KBD> Teks merepresentasikan tombol keyboard
<VAR> Teks mendefinisikan variabel
<P> membuat paragraf
<BR> membuat line break (tag mandiri)
<PRE> membuat teks tidak terformat, browser akan menampilkan apa adanya seperti yang kita ketikkan pada editor dan browser akan menggunakan fixed-space font.
<BLOCKQUOTE> membuat kutipan, blok akan dibuat seperti abstrak pada artikel-artikel tetapi tidak dalam huruf miring
<LI> membuat entri pada list
<OL> Ordered List,membuat list terurut. Caranya adalah dengan menyisipkan entri-entri list di dalam tag ini. Browser akan menampilkannya dengan list bernomor
<UL> Unordered List, membuat list tak terurut. Caranya sama dengan <OL>, tetapi browser menampilkannya dengan bullet, bukan dengan nomor
<DIR>Directory List, membuat list tak terurut dengan masing-masing entri tidak lebih dari 24 karakter. Caranya sama dengan <OL> 
<MENU>Menu List, membuat list tak terurut dengan masing-masing entry tidak lebih dari satu baris. Caranya sama dengan <OL>
<DT>term, membuat entri pada list definisi
<DD> definition, definisi dari kata yang diapit tag term <DT>
<DL>List of definitions. Membuat list definisi dengan entri <DT> dan <DD>
<ADDRESS> menuliskan alamat URL pads page dengan huruf miring
<Hx> membuat heading, x bernilai 1 sampai 6
<BLINK> Membuat tulisan berkedip (HTML 3.0)
& Menyisipkan karakter-karakter khusus misalnya tanda & digunakan &AMP, tanda < digunakan &LT dsb.
Karakter Khusus
CharacterHTML Code
"&quot;
&&amp;
<&lt;
>&gt;
&nbsp;
©&copy;
«&laquo;
±&plusmn;
»&raquo;
¼&frac14;
½&frac12;
¾&frac34;

Contoh:
<HTML>
<!-HTML Yang Pertama Aku Buat-->
<HEAD> <TITLE>Contoh Page dengan HTML</TITLE></HEAD>
<BODY>
<CENTER><H1><B><I>Contoh Page</I></B></H1></CENTER>
<IMG SRC="aas.jpg" ALIGN=RIGHT>
<H1>Heading 1</H1>
<H2>Heading 2</H2>
<H3>Heading 3</H3>
<H4>Heading 4</H4>
<H5>Heading 5</H5>
<H6>Heading 6</H6> 
<P>Dibawah ini ada garis …</P><HR> 
<B>Tebal</B> <I>Miring</I> <U>Garis bawah</U> <HR>
<STRONG>Perhatian !!!</STRONG> <EM>Hati-hati</EM>
<HR>
<TT>ini ada pesan dari Tuan John</TT> 
<CODE>MOV AX, 100h</CODE>
<HR>
<P>Paragraf, ini adalah paragraf. Paragraf paragraf 
paragraf paragraf paragraf paragraf paragraf paragraf 
paragraf paragraf paragraf <B>ada BR
nya</B> <BR>paragraf paragraf
paragraf paragraf paragraf paragraf paragraf paragraf 
paragraf paragraf paragraf paragraf paragraf paragraf 
paragraf paragraf paragraf</P> <HR>
<H3>
  <P>Perhatikan pesan Dosen:</P>
</H3>
<BLOCKQUOTE>Dalam perkuliahan selalu akan diberikan tugas 
baik individu maupun kelompok, selain akan ada quiz, UTS 
dan UAS. 
Tugas-tugas harap diserahkan  dalam disket</BLOCKQUOTE> <HR>
<H3><P>Contoh List Terurut</P></H3>
<P>Keperluan bermain bulutangkis</P>
<OL> 
  <LI>Lapangan</LI>
  <LI>Net</LI>
  <LI>Raket</LI>
  <LI>Shuttlecock</LI>
</OL> <HR>
<H3><P>Contoh List Tidak Terurut</P></H3> 
<P>Buah-buahan lezat &amp bergizi</P>
<UL>
  <LI>Apel</LI>
  <LI>Jeruk</LI>
  <LI>Durian</LI>
  <LI>Mangga</LI>
  <LI>Jambu</LI>
</UL> <HR>
<H3><P>Contoh List Definisi</P></H3> 
<DL>
  <DT>Pesan</DT>
    <DD><P>Dengar isi nasihat bukan siapa yg menasihati.
    </P></DD>
  <DT>BATIG</DT>
    <DD><P>Belajarlah Apabila Tidak Ingin Gagal</P></DD>
  <DT>HTML</DT>
    <DD><P>HyperText Markup Language</P></DD> 
  <DT>Beriman</DT>
    <DD><P>Bersih Indah dan Aman</P></DD> 
</DL><HR>
<A HREF="http://www.unpad.ac.id/">Link ke Website 
Universitas Padjadjaran</A><BR><HR>
&copy 2001 Siapa Saja
</BODY>
</HTML>
  
:: TEXT
Mengatur Tampilan Teks
Berikut ini adalah label-label tag yang dapat digunakan untuk mengatur tampilan teks
  1. Label <BR> berguna untuk berganti baris.
  2. Label <P> berguna untuk membuat paragraph teks dan menyisipkan satu baris kosong di antara teks.
  3. Label <PRE> dan </PRE> berguna untuk menampilkan teks sesuai dengan letak aslinya, sebab tanpa label ini letak teks akan diatur browser (teks akan otomatis berpindah baris bila teks mencapai margin kanan.
  4. Label <CENTER> dan </CENTER> berguna untuk meletakan objek ditengah-tengah dokumen
    Contoh dokumen Web yang menggunakan label di atas :
    <HTML> 
    <HEAD> 
      <TITLE>Penebalan Label Pengatur Teks</TITLE> 
    </HEAD>
    <BODY>D3 MIPA UNPAD<BR>
    <P>Internet merupakan jaringan komputer global yang<BR> 
    mencakup area yang luas, anggotanya mencakup komputer 
    dari berbagai jenis mencakup Personal Computer, 
    Main Frame, Workstation dan lain-lain.</P>
    <P>Sekian<BR>
    </BODY>
    </HTML>
      
  5. Menggunakan elemen style, pada HTML terdapat dua jenis style yaitu style Logika dan style Fisik.Tampilan teks dengan style logika sangat tergantung pada jenis Web browser, browser yang berbeda akan menghasilkan efek yang berbeda pula. Tampilan teks dengan style fisik tidak tergantung jenis Web browser karena style fisik merupakan standar untuk perancangan browser, efek style pada tampilan teks akan sama walau browser berbeda. Pengaturan teks yang dapat dilakukan pada suatu dokumen HTML di antaranya adalah
    • huruf tebal/miring/garis bawah
    • pembuatan headings
    • penentuan typeface
    • pembuatan paragraf
    • pembuatan kutipan
    • pembuatan daftar (list)
    • penyisipan karakter khusus
    Hampir semua tag untuk pengaturan teks berjenis tag lingkup / memiliki atribut. Jadi semua kata/kalimat yang dilingkupi tag tersebut akan mengikuti markup yang telah dirujuk. Tabel dibawah akan memberikan ringkasan tag untuk keperluan ini beserta kegunaannya.
    • tinggi (HEIGHT)
    • lebar (WIDTH)
    • tempat (ALIGN, VSPACE, dan HSPACE)
    • bingkai (BORDER)
    • judul (ALT)
Membuat Heading
Untuk membuat heading digunakan tag <H1> sampai <H6>. Semakin kecil nilai level, maka huruf semakin besar. Untuk judul page biasanya dibuat dengan <H1>.
Memberi Komentar
Pemberian komentar menggunakan tag khusus yaitu
<!--Ini adalah komentar-->
Menambahkan garis horisontal
Untuk menambahkan garis horisontal pada Web, kita cukup menambahkan tag berikut
<HR>
Tag ini memiliki atribut yang mengatur lebar, panjang, peletakkan, dan bayangan, yaitu:
SIZE : Menentukan tebal dari garis horisontal (dalam satuan Pixel)
WIDTH : Menentukan panjang dari garis horisontal (dalam %)
ALIGN : Menentukan letak garis (LEFT, RIGHT, atau CENTER)
NOSHADE : Mengubah wara garis menjadi hitam
Untuk membuat garis dengan tebal 10 pixel , panjang 50 % dari lebar browser, dan letaknya rata kiri, maka ditambahkan label tag
<HR SIZE=10 WIDTH=50% ALIGN= LEFT>.
Pada dokumen berikut ini akan diperlihatkan penggunaan atribut - atribut <HR>.

<HTML>
<HEAD><TITLE>Home Page D3 Komputer  UNPAD</TITLE></HEAD> 
<BODY>
<HR SIZE=7 WIDTH=25% ALIGN=LEFT> Manajemen Informatika
<HR SIZE=8 WIDTH=50% ALIGN=LEFT> Teknik Informatika
<HR SIZE=10> Teknik Komputer
</BODY> 
</HTML>
:: LISTS
Daftar Berurut
<OL TYPE="field-type"  START="n">
   <LI>…………
   <LI>…………
   <LI>…………
</OL>
Atribut:
AtributFungsi
TYPE = 1Daftar berurut 1,2,3,... (default)
TYPE = IDaftar berurut I,II,III,...
TYPE = iDaftar berurut i,ii,iii,...
TYPE = ADaftar berurut A,B,C,...
TYPE = aDaftar berurut a,b,c,...
nNilai urutan awal

Contoh:
<HTML>
<HEAD><TITLE>Ordered List</TITLE></HEAD> 
<BODY>
  Urutan Angka :
  <OL>
    <LI>Satu
    <LI>Dua
    <LI>Tiga
    <LI>Empat
  </OL>
</BODY> 
</HTML>
Daftar Tidak Berurut
<UL TYPE="field-type">
   <LI>…………
   <LI>…………
   <LI>…………
</OL>
Atribut:
AtributFungsi
TYPE = circleDaftar bertanda lingkaran
TYPE = diskDaftar bertanda cakram
TYPE = squareDaftar bertanda kotak

Contoh:
<HTML>
<HEAD><TITLE>Unordered List</TITLE></HEAD> 
<BODY>
  Urutan Angka :
  <UL>
    <LI>Satu
    <LI>Dua
    <LI>Tiga
    <LI>Empat
  </UL>
</BODY> 
</HTML>
:: FONTS
<font [face="nama font"] [size=ukuran] [color=warna]> ………. </font>
Ukuran Font
<font size=n> ………. </font>
n= 0..7
Jenis Font
<font face="………"> ………. </font>
contoh:
<font face="Arial"> Arial font!</font>
Warna Font
<font color=#RRGGBB> ………. </font>
#RRGGBB: kombinasi warna dalam hexa atau konstanta warna
Font Standar
<base font [face="nama font"] [size=ukuran] [color=warna]>
contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Penggunaan Font</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<FONT FACE="Arial" SIZE=1> Font Size 1</FONT><BR>
<FONT FACE="Arial" SIZE=2> Font Size 2</FONT><BR>
<FONT FACE="Arial" SIZE=3> Font Size 3</FONT><BR>
<FONT FACE="Arial" SIZE=4> Font Size 4</FONT><BR>
<FONT FACE="Arial" SIZE=5 color="#008000"> Font Size 5</FONT><BR>
<FONT FACE="Arial" SIZE=6 color="#0000FF"> Font Size 6</FONT><BR>
<FONT FACE="Arial" SIZE=7 color="#FF0000"> Font Size 7</FONT>
</BODY>
</HTML>
:: IMAGE
Menampilkan Gambar
Format Gambar Umum: GIF, JPEG
<img src="…" [align=…][width=m][height=n][alt="komentar">

src : file(+path direktory/URL) gambar
align : posisi teks sekitar gambar (top, middle, bottom, left, right, dll)
width : lebar (pixel)
height : panjang(pixel)
alt : komentar (hint) atau sebagai teks pengganti contoh:
<img src=”unpad.jpg” align=middle width=100 height=100 alt=”Logo UNPAD”>
Image Map

<IMG [SRC=file] [ALT=teks] [BORDER=ukuran-bingkai] [ALIGN=…] [HEIGHT=tinggi] [HSPACE=ruang] [ISMAP|USEMAP] [LOOP=perulangan] [LOWSRC=file] [VSPACE=ruang] [WIDTH=lebar]>

USEMAP
<USEMAP=#nama_map><IMG …></USEMAP>

MAP
<MAP [NAME="nama"]>
  <AREA SHAPE="bentuk" COORDS="koordinat" HREF="url">
</MAP>


Atribut :
SHAPE = POINTRECT/CIRCLE/POLY :: LINKS
Link Ke Halaman Lain (relatif)
<a href=”……”> ……… </a>
contoh: <a href=”guestbook.htm”>Buku Tamu</a> Link Ke Bagian Halaman Sama
Target : <a name=[”target”]></a>
Link : <a href=[”#target”]> ……… </a>
contoh:
<a href=”#top”>Kembali ke atas</a> Link Ke situs / dokumen lain (absolut)
contoh:
<a href=”http://www.unpad.ac.id”>Link Ke Web Site UNPAD</a>
Kirim E-mail
<a href="mailto:namaemail@host">……</a>
:: TABEL
Table Elements
Elemen Deskripsi
<TABLE> ... </TABLE> Mendefinisikan tabel
<TR> ... </TR> Mendefinisikan  baris
<TD> ... </TD> Mendefinisikan  kolom

Beberapa Atribut Tabel <TABEL>
Atribut Description
BGCOLOR=#RRGGBB Warna Background
BACKGROUND (FILENAME) Bakground berupa gambar
BORDER=n Ketebalan border
BORDERCOLOR=#RRGGBB Warna border
CELLPADING=n Jarak teks dengan batas cell
CELLSPACING=n Jarak antar cell
ALIGN (LEFT, CENTER, RIGHT) Posisi rata teks horisontal dalam tabel
VALIGN (TOP, MIDDLE, BOTTOM) Posisi rata teks vertikal dalam cell
COLSPAN=n Merge Cell sebanyak (n) kolom
ROWSPAN=n Merge Cell sebanyak (n) baris
NOWRAP No Aktifkan Wrap Text dalam cell.

Beberapa Atribut kolom <TR> dan Baris <TD>
Atribut Description
ALIGN (LEFT, CENTER, RIGHT) Posisi rata teks horisontal dalam cell
VALIGN (TOP, MIDDLE, BOTTOM) Posisi rata teks vertikal dalam cell
COLSPAN=n Merge Cell sebanyak (n) kolom
ROWSPAN=n Merge Cell sebanyak (n) baris
NOWRAP No Aktifkan Wrap Text dalam cell.
WIDTH=n,n% Lebar Cell
HEIGHT=n,n% Tinggi Cell

contoh:
<TABLE BORDER=1 BORDERCOLOR=BLACK>
<!-- deklarasi tabel -->
<TR>  
<!-- deklarasi baris ke awal -->
    <TD> baris awal, kolom awal </TD>
    <TD> baris awal, kolom akhir </TD>    
</TR> 
<!-- akhir deklarasi baris awal -->
<TR>  
<!-- deklarasi baris ke akhir -->
    <TD> baris akhir, kolom awal </TD>
    <TD> baris akhir, kolom akhir </TD>    
</TR> 
<!-- akhir deklarasi baris ke akhir -->
</TABLE>
<!-- akhir deklarasi tabel -->
:: FRAME
Frame merupakan elemen dalam HTML yang memungkinkan menampilkan beberapa dokumen web page dalam satu browser
<FRAMESET [COLS=banyak_&_ukuran_kolom | ROWS=banyak_&_ukuran_baris] [FRAMEBORDER=ukuran_bingkai] [SCROLLING=yes/no]>

<FRAME [SRC=file] [BORDERCOLOR=warna] [FRAMEBORDER=1] [FRAMESPACING=jarak] [MARGINWIDTH=besar] [MARGINHEIGHT=tinggi] [NAME=target] [NORESIZE] [SCROLLING=yes/no]
Contoh:
<HTML>
<frameset cols="150,*">
</frameset>

<frameset cols="150,*">
     <frame name="left-frame" src="left-frame.html">
     <frame name="right-frame" src="right-frame.html">
</frameset>

<frameset cols="150,*">
     <frame name="left-frame" src="left-frame.html">
     <frame name="right-frame" src="right-frame.html">
     <noframes>
          <body>
               <p>This page uses frames, but your browser 
               doesn't support them.</p>
          </body>
     </noframes>
</frameset>

<frameset cols="150,*">
     <frame name="left-frame" src="left-frame.html" noresize>
     <frame name="right-frame" src="right-frame.html" noresize>
     <noframes>
          <body>
               <p>This page uses frames, but your browser 
               doesn't support them.</p>
          </body>
     </noframes>
</frameset>

<frameset cols="150,*">
     <frame name="left-frame" src="left-frame.html" noresize 
     target="right-frame">
     <frame name="right-frame" src="right-frame.html" noresize>
     <noframes>
          <body>
               <p>This page uses frames, but your browser 
               doesn't support them.</p>
          </body>
     </noframes>
</frameset>

<frameset cols="150,*">
     <frame name="left-frame" src="left-frame.html" noresize 
     target="right-frame">
     <frame name="right-frame" src="right-frame.html" noresize 
     scrolling="no">
     <noframes>
          <body>
               <p>This page uses frames, but your browser 
               doesn't support them.</p>
          </body>
     </noframes>
</frameset>
Left/Right Frames

Dokumen Utama
<html>
<head>
<title>Frames Control Web Page</title>
</head>
<frameset cols="150,*">
<frame name="left-frame" src="left-frame.html">
<frame name="right-frame" src="right-frame.html">
<noframes>
<body>
<p>This page uses frames, but your browser doesn't support them.</p>
</body>
</noframes>
</frameset>
</html>
left-frame.html
<html>
<head>
<title>Left Frame Web Page</title>
<base target="main">
</head>
<body>
<p>This web page is the left frame</p>
</body>
</html>
right-frame.html
<html>
<head>
<title>Right Frame Web Page</title>
<base target="main">
</head>
<body>
<p>This web page is the right frame.</p>
</body>
</html>
Top/Left/Right Frames

Dokumen Utama
<html>
<head>
<title>Controller HTML Page</title>
</head>
<frameset rows="64,*">
<frame name="top-frame" scrolling="no" noresize 
target="right-frame" 
src="top-frame.html">
<frameset cols="150,*">
<frame name="left-frame" target="right-frame" src="left-frame.html">
<frame name="right-frame" src="right-frame.html">
</frameset>
<noframes>
<body>
<p>This page uses frames, but your browser doesn't support them.</p>
</body>
</noframes>
</frameset>
</html> 
top-frame.html
<html>
<head>
<title>Top Frame</title>
<base target="right-frame">
</head>
<body>
<p>This is the Top Frame</p>
</body>
</html>
Top/Left/Right/Bottom Frames

Dokumen Utama
<html>
<head>
<title>Controller HTML File</title>
</head>
<frameset rows="64,*,64">
<frame name="top-frame" scrolling="no" noresize 
target="right-frame" 
src="top-frame.html">
<frameset cols="150,*">
<frame name="left-frame" target="right-frame" 
src="left-frame.html">
<frame name="right-frame" src="right-frame.html">
</frameset>
<frame name="bottom-frame" scrolling="no" noresize 
target="right-frame"
src="bottom-frame.html">
<noframes>
<body>
<p>This page uses frames, but your browser doesn't support them.</p>
</body>
</noframes>
</frameset>
</html>
bottom-frame.html
<html>
<head>
<title>Bottom Frame</title>
<base target="right-frame">
</head>
<body>
<p>This is the Bottom Frame</p>
</body>
</html>
:: STYLE
Memformat dokumen HTML
Style (Internal)
<STYLE>
  selector {property:value}
  ………
</STYLE>


contoh:
<STYLE type="text/css">
  h1 {color:red}
  A:link {COLOR: blue; TEXT-DECORATION: none}
  A:visited {COLOR: blue; TEXT-DECORATION: none}
  A:hover {COLOR: red; TEXT-DECORATION: underline}
  TD {FONT-SIZE: 8pt; FONT-FAMILY: Verdana, Tahoma, Arial, 
      Helvetica, sans-serif}
  FONT.title {FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 24pt; FONT-FAMILY: 
      Helvetica}
</STYLE>
CSS (Cascading Style Sheet)
<link rel="stylesheet" href="*.css" type="text/css">

contoh:

style.css
h1 {color:red}
A:link {COLOR: blue; TEXT-DECORATION: none}
A:visited {COLOR: blue; TEXT-DECORATION: none}
A:hover {COLOR: red; TEXT-DECORATION: underline}
TD {FONT-SIZE: 8pt; FONT-FAMILY: Verdana, Tahoma, Arial, 
    Helvetica, sans-serif}
FONT.title {FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 24pt; FONT-FAMILY: 
    Helvetica}
css.html
<html>
<head>
  <title>Contoh CSS</title>
  <link rel="stylesheet" href="style.css" type="text/css">
</head>
<body>
  <FONT class=title>JUDUL</FONT>
  <TABLE cellSpacing=2 border="0" cellpaddin="2">
    <TR><TD align=middle bgColor=#eeeeee>
      <A href="#tes">Coba</A>
    </TD></TR>
  </TABLE>&nbsp;<BR>
 ………
 ………
</body>
</html>


Sebuah form dapat meliputi data entry field:


  • single line text entry fields
  • check boxes
  • radio boxes
  • hidden fields
  • password fields
  • selection lists
  • multi-line text entry fields
  • submit / reset buttons

  • <FORM [METHOD=”[GET | POST]” ACTION=”URL”]>
      …
      ..
    </FORM>

    <INPUT TYPE="field-type" NAME="Name of field" VALUE="default value">

    field-type ialah: text, checkbox, radio, hidden, or password

    <SELECT NAME="list title">
        <OPTION>option pertama
        <OPTION>option kedua
      : .....
    </SELECT>

    <TEXTAREA NAME="text area name" ROWS=no-of-rows COLS=no-of-columns>
        //  Tempat text dituliskan
    </TEXTAREA>

    <INPUT TYPE="submit" VALUE="text on button">
    <INPUT TYPE="reset" VALUE="text on button">Bottom of Form


    Contoh:
    <HTML>
      <HEAD>
      <TITLE>BUKU TAMU</TITLE>
      </HEAD>
      <BODY>
      <H3>
      <P ALIGN="center">BUKU TAMU</P>
      </H3>
      <FORM METHOD="POST" ACTION="thanks.html">
      <TABLE BORDER="0" CELLPADDING="2" WIDTH="100%">
        <TR>
          <TD WIDTH="8%">Nama</TD>
          <TD WIDTH="4%">:</TD>
          <TD WIDTH="88%">
            <INPUT TYPE="text" NAME="nama" SIZE="20">
          </TD>
        </TR>
        <TR>
          <TD WIDTH="8%">Asal</TD>
          <TD WIDTH="4%">:</TD>
          <TD WIDTH="88%">
            <INPUT TYPE="text" NAME="asal" SIZE="20">
          </TD>
        </TR>
        <TR>
          <TD WIDTH="8%">Email</TD>
          <TD WIDTH="4%">:</TD>
          <TD WIDTH="88%">
            <INPUT TYPE="text" NAME="email" SIZEe="20">
          </TD>
        </TR>
        <TR>
          <TD WIDTH="8%" VALIGN="top">Homepageku</TD>
          <TD WIDTH="4%" VALIGN="top">:</TD>
          <TD WIDTH="88%">
            <INPUT TYPE="radio" VALUE="V1" CHECKED NAME="R1">Keren man!!
            <BR><INPUT TYPE="radio" VALUE="V2" NAME="R1">Canggih bo!
            <BR><INPUT TYPE="radio" VALUE="V3" NAME="R1">Biasa aja tuh!
          </TD>
        </TR>
      </TABLE>
      <P><INPUT TYPE="submit" VALUE="Kirim" NAME="B1">
      <INPUT TYPE="reset" VALUE="Batal"
      NAME="B2"></P>
      </FORM>
      </BODY>
      </HTML>
    
    thanks.html
    <HTML>
      <HEAD>
      <TITLE>Terima kasih</TITLE>
      </HEAD>
      <BODY>
      <P>Terima kasih atas pengisian buku tamunya.</P>
      </BODY>
      </HTML>
    
  • Internet 4G "700 MHz" di Indonesia Paling Cepat 2018

     
    Indonesia diminta memanfaatkan frekuensi 700 MHz untuk layanan seluler sebelum 2015, demikian disampaikan perwakilan International Telecommunication Union (ITU) untuk Pengembangan Digital, Suvi Linden.

    "Kami ingin menyampaikan proses harmonisasi frekuensi 700 MHz akan membuka akses untuk warga miskin di daerah pedesaan yang belum terjangkau perangkat seluler," kata Linden dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (23/5/2013), seperti dikutip dari Antara.

    Linden bersama Asosiasi GSM (GSMA) mengatakan Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika, memang berkomitmen untuk menggunakan frekuensi 700 MHz untuk teknologi seluler setelah 2018.

    "Tapi ada kendala yaitu penyelenggara siaran televisi analog tidak ingin pindah sesegera mungkin. Selain kementerian lain dan pemerintah secara luas perlu dijelaskan arti penting harmonisasi frekuensi itu untuk ekonomi Indonesia," kata Direktur Senior GSMA, Chris Perera.

    Di Indonesia, frekuensi 700MHz kini digunakan untuk siaran televisi analog. Pemerintah sedang melakukan program digitalisasi televisi, yang nantinya akan menghapus televisi analog. Program ini akan selesai paling cepat di akhir 2017.

    Jadi, jikalau pemerintah dan operator seluler ingin menggelar LTE di 700MHz, harus menunggu hingga 2017.

    Perera mengatakan frekuensi 700 MHz di Indonesia belum diharmonisasikan untuk teknologi digital dan masih dipakai penyelenggara penyiaran televisi analog.

    Harmonisasi frekuensi itu, sebut Perera, yaitu pemanfaatan frekuensi dari 698 MHz hingga 806 MHz di wilayah Asia Pasifik.

    "(Padahal) frekuensi itu sudah diharmonisasikan setelah proses digital dividend yaitu perpindahan televisi analog ke televisi digital yang membutuhkan kanal lebih kecil," kata Perera.

    Keuntungan yang diperoleh jika memanfaatkan frekuensi itu yaitu mengurangi gangguan sinyal di daerah-daerah yang berbatasan dengan negara lain, menghemat biaya peralatan karena spesifikasi teknis peralatan yang dipakai sama dengan negara lain di kawasan, serta membuka potensi bisnis baru dan lapangan pekerjaan baru.

    Perera menambahkan frekuensi yang rendah seperti 700 MHz juga mampu menjangkau area lebih luas karena membutuhkan lebih sedikit menara pemancar dan menembus gedung-gedung di daerah perkotaan.

    "Anda bisa membuka teknologi long term evolution (LTE) atau 4G di frekuensi 2,5 atau 2,6 GHz. Tapi, itu akan lebih mahal dibanding dilakukan di frekuensi 700 MHz selain kemampuan frekuensi itu untuk menjangkau ke wilayah perbatasan," kata Linden.

    Sumber: kompas tekno

    Rabu, 22 Mei 2013

    Pengertian Man In The Middle of Attack

    ARP chance adalah sebuah file yang digunakan untuk menyimpan alamat – alamat ip dan mac address dari komputer – komputer yang pernah berhubunga dengannya dan jika suatu saat terjadi perbedaan ip antara ARP chance dengan (contoh) DNS server maka yang digunakan adalah alamat ip yang ada pada ARP chance tersebut (salah satu kesalahan karena terlalu percaya diri ).

          Man-In-The-Middle Attack adalah sebuah aksi sniffing yang memanfaatkan kelemahan switch dan kesalahan penangannan ARP chache dan TCP/IP oleh OS 2003 dan XP. Ide awalnya adalah menempatkan komputer hacker ditengah dua komputer yang sedang berhubungan sehingga paket data harus melalui komputer hacker dulu agar paket data itu bisa dilihat atau diintip oleh hacker.

          Untuk itu hacker perlu meracuni ARP chache komputer korban dan komputer tujuan dan menjadikan komputer hacker sebagai router. Perhatikan ilustrasi berikut:


    komputer TUJUAN, IP 192.168.0.1, MAC 11111111, switch port 1
    komputer KORBAN, IP 192.168.0.2, MAC 22222222, switch port 2
    komputer HACKER, IP 192.168.0.66, MAC 66666666, switch port 6

          Ingat.!! Switch hanya akan menyimpan masing-masing alamat MAC dan port keberapa dia terkoneksi dan tidak akan menyimpan IP adrress karena swicth memang tidak bisa melakukannya.

          Apabila komputer KORBAN sudah pernah berhubungan dengan komputer TUJUAN maka di komputer KORBAN maupun di komputer TUJUAN akan tersimpan ARP chache yang menyimpan IP adress dan MAC adrress komputer yang pernah berhubungan dengannya, untuk OS XP ARP chache bisa bertahan selama 5 menit.

    ARP chache di komputer KORBAN
    IP 192.168.0.1 MAC 11111111
    IP 192.168.0.6 MAC 66666666

    ARP chache di komputer TUJUAN
    IP 192.168.0.2 MAC 22222222
    IP 192.168.0.66 MAC 66666666

           Komputer HACKER akan meracuni ARP chache di komputer KORBAN sehingga komputer KORBAN percaya bahwa komputer TUJUAN memiliki MAC 6666666 hal yang sama juga dilakukan pada komputer TUJUAN sehingga komputer TUJUAN akan percaya bahwa komputer KORBAN memiliki MAC 66666666.

          Padahal kita tahu bahwa komputer yang memiliki MAC 666666 adalah komputer sang HACKER. Untuk meracuni ARP chache pada komputer KORBAN, komputer hacker akan mengirimkan ARP Reply ke komputer KORBAN. Benar..!!! komputer HACKER akan mengirimkan ARP Reply ke komputer korban tanpa harus menunggu ARP Request dari komputer KORBAN. Kok! Bisa?? Ya iyalah namanya juga hacker gitu loh..

          Pada saat yang bersamaan komputer HACKER juga akan mengirimkan ARP Reply ke komputer TUJUAN. Dua komputer yang mendapatkan ARP Reply akan percaya 100% pada ARP Reply tersebut dan segera mengupdate ARP chache-nya (salah satu kesalahan penanganan ARP chache oleh OS) sehingga didapat:

    ARP chache di komputer KORBAN
    IP 192.168.0.1 MAC 66666666
    IP 192.168.0.6 MAC 66666666

    ARP chache di komputer TUJUAN
    IP 192.168.0.2 MAC 66666666
    IP 192.168.0.66 MAC 66666666


          Setelah ARP chache diracuni, ketika komputer KORBAN akan meghubungi komputer TUJUAN dia akan menghubungi IP 192.168.0.1 dengan MAC 666666.

          Switch hanya menyimpan MAC address dan port yang terhubung (masih ingat?) karena di ingatannya tercatat bahwa MAC 66666666 terhubung di port 6 maka akan segera menghubungkan port 2 dengan port 6.

          Kejadian yang sama terjadi pada saat komputer TUJUAN ingin berhubungan dengan komputer KORBAN dia akan menghubungi IP 192.168.0.2 dengan MAC 66666666. Switch yang hanya mengetahui MAC address dan port, akan segera menghubungkan port 1 dengan port 6 atau antara komputer TUJUAN dengan komputer HACKER.

          Semua tahap ini masih ada satu kekurangan yaitu komputer KORBAN tidak bisa berhubungan dengan komputer TUJUAN, klo mereka tidak berhubungan apa yang mau dilihat atau diintip ?
    Untuk itu tugas komputer HACKER selanjutnya adalah melakukan routing atau meneruskan paket – paket data yang dikirmkan komputer KORBAN ke komputer TUJUAN maupun sebaliknya.

          Dengan demikian komunikasi antara komputer KORBAN dan komputer TUJUAN bisa berjalan seperti biasanya tanpa mengetahui bahwa paket data tersebut sebenarnya melalui komputer HACKER terlebih dahulu sehingga hacker bisa melakukan apa saja yang dia mau seperti mencuri password, membaca email dan lainnya.

    Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More